andaiku berhenti memintanya padamu, akankah tetap berada disampingku?
Sabtu, 29 November 2014
Rabu, 29 Oktober 2014
pernah
Pernah merasa selalu berusaha menarik perhatian seseorang dan sudah mencoba berbagai cara, tetapi semuanya tetap sia-sia?
Pernah merasa kangen sekangen-kangennya sampai tidak berani mengatakannya karena takut yang dikangenin tidak merasakan hal yang sama?
Pernah merasa benar-benar ingin memeluk seseorang tapi tidak pernah bisa melakukannya karena orang yang ingin dipeluk bukanlah siapa-siapanya kita?
Pernah merasa menjatuhkan hati kepada seseorang dengan sangat, tetapi tidak pernah ditangkap?
Pernah merasa sudah tahu kalau sudah terlalu banyak waktu yang dibuang untuk menunggu agar seseorang membalas cintamu, tapi tidak juga bisa berhenti melakukan itu?
Aku pernah merasakannya. Sepinya, kangen setengah matinya, deg-degannya, sesak setiap malamnya, dan semua perasaan tak nyaman sampai ingin selalu berhenti merasakannya.
Kalau kamu? Ah, mungkin kamu tidak tahu dan tidak pernah. Karena aku yang merasakannya, bukan kamu.
Tetapi kamu tahu? Jatuh cinta diam-diam itu tidak mengenakkan. Jatuh cinta pada kamu, seseorang yang sudah punya pasangan itu sangat melelahkan. Tapi aku bisa apa jika aku benar-benar tidak bisa mengendalikannya? Inginnya, dari dulu saja kita tidak pernah bertegur sapa. Dari dulu saja kita tidak sering bertatap muka sampai tak sengaja, hatiku menjatuhkan cinta. Kalau dari dulu kita tidak pernah saling mengenal, mungkin aku tidak pernah merasakannya.
Aku tahu, aku tahu. Aku harus menghentikannya. Melepasmu sebisanya dan harus bisa. Tetapi aku sudah mencoba berbagai cara. Sudah menyibukkan diri dengan apa saja, sudah berusaha nongkrong bersama teman-teman, sudah berusaha membuka hati kepada yang lainnya. Kamu lihat, aku sudah mencoba semua cara yang aku bisa.
Lalu aku melihatmu. Tersenyum dan menyapaku dengan satu kata, "Hai" saja. Dan semua usaha langsung buyar begitu saja.
Pernah merasa kangen sekangen-kangennya sampai tidak berani mengatakannya karena takut yang dikangenin tidak merasakan hal yang sama?
Pernah merasa benar-benar ingin memeluk seseorang tapi tidak pernah bisa melakukannya karena orang yang ingin dipeluk bukanlah siapa-siapanya kita?
Pernah merasa menjatuhkan hati kepada seseorang dengan sangat, tetapi tidak pernah ditangkap?
Pernah merasa sudah tahu kalau sudah terlalu banyak waktu yang dibuang untuk menunggu agar seseorang membalas cintamu, tapi tidak juga bisa berhenti melakukan itu?
Aku pernah merasakannya. Sepinya, kangen setengah matinya, deg-degannya, sesak setiap malamnya, dan semua perasaan tak nyaman sampai ingin selalu berhenti merasakannya.
Kalau kamu? Ah, mungkin kamu tidak tahu dan tidak pernah. Karena aku yang merasakannya, bukan kamu.
Tetapi kamu tahu? Jatuh cinta diam-diam itu tidak mengenakkan. Jatuh cinta pada kamu, seseorang yang sudah punya pasangan itu sangat melelahkan. Tapi aku bisa apa jika aku benar-benar tidak bisa mengendalikannya? Inginnya, dari dulu saja kita tidak pernah bertegur sapa. Dari dulu saja kita tidak sering bertatap muka sampai tak sengaja, hatiku menjatuhkan cinta. Kalau dari dulu kita tidak pernah saling mengenal, mungkin aku tidak pernah merasakannya.
Aku tahu, aku tahu. Aku harus menghentikannya. Melepasmu sebisanya dan harus bisa. Tetapi aku sudah mencoba berbagai cara. Sudah menyibukkan diri dengan apa saja, sudah berusaha nongkrong bersama teman-teman, sudah berusaha membuka hati kepada yang lainnya. Kamu lihat, aku sudah mencoba semua cara yang aku bisa.
Lalu aku melihatmu. Tersenyum dan menyapaku dengan satu kata, "Hai" saja. Dan semua usaha langsung buyar begitu saja.
Jumat, 26 September 2014
Ketika orang yang enggan beradaptasi hasrus menghadapi dunia
yang baru. Dia sudah terlanjur lama berada di zona nyaman. Terlambat, dia tak
bisa membaur lagi di tempatnya sekarang. Padahal, dia masih harus berada disana
2 tahun lagi, tepatnya dia masih akan terjebak disana dalam waktu yang cukup
untuk membuatnya mati tersiksa.
Ketika orang yang egois berada di sebuah komunitas yang
mengedepankan kebersamaan, dia tersisihkan karena rasa egoisnya. Lebih tepatnya
, dia berbeda dari yang lainnya, dia tersingkir.
Ketika orang yang ingin berkembang namun proses
pengembangannya dikekang, itu membuatnya malah semakinsulit bernafas
Senin, 22 September 2014
kamu
Senja tadi aku membayangkanmu. Namun sekarang tak pernah
kuimpikanmu dalam malamku. Wajahmu itu memudar. Mata yang selalu menatap tajam
itu tak bisa kulihat lagi. Suaramu yang ketus namun penuh karisma itu tak
terdengar lagi. Bisakah ku bertahan mencintaimu seperti ini? Sedang kau tak
membalaskannya, sedang aku tak mau mengungkapnya, sedang kita tak pernah bahkan
mungkin tak akan pernah saling menatap lagi. Aku tak pernah berkata selamat
tinggal secara langsung untukmu, karena aku merasa kau yang meninggalkanku.
Walau aku tahu dulu kau tak bisa memilih dan aku bisa memilih untuk bersamamu
paling tidak dalam beberapa jam, tapi ku tak memilihmu karena kuingin pergi
darimu. Lebih tepatnya aku tak ingin mencintaimu lagi. Tak bisa, tak bisa aku
mencoba berhenti mencintaimu. Walau aku ingin kau tuk berlalu. Walau hati ini
masih memekikkan namamu, memori ingatanku tentangmu sedikit demi sedikit kian
terkikis dan hampir terhapus.
berhenti
Aku ingin berhenti ketika sampai di pertengahan
Aku merasa bosan dan tertekan
Aku ingin membebaskan sedikit saja beban
Aku lelah
takut
terlalu banyak sesuatu yang harus diselesaikan
aku tidak diperbolehkan tidur padahal aku harus tidur
aku lelah, aku ingin libur sehari
sehari saja yang benar benar sehari
lalu aku akan bangun lagi
dan semangat berkali-kali lipat
biarkan aku libur sehari saja
hentikan waktu kali ini saja
Kamis, 18 September 2014
i can't
i can't hold it anymore
i can't handle it anymore
i can't do this
i can't stay like this
i can't live like this
i can't and i won't
i can leave
i can be everything i want
i can do everything i want
i can stay with different life
i can live at other place
i can and i will
i can't handle it anymore
i can't do this
i can't stay like this
i can't live like this
i can't and i won't
i can leave
i can be everything i want
i can do everything i want
i can stay with different life
i can live at other place
i can and i will
Rabu, 17 September 2014
How you finish something that you started?
How you finish something that you started?
Have been you thought about that? You should know that i
have been. I always think “How?”, because i have never done it.. I always start
something, but i always think that i can’t to finish it.
It was the same way just like we met. I started it, i met
you, knew you, enjoyed looking at you, i just trapped at something that i
thought i have never started it. I can’t finish what i started and it should be
i can’t finish what i didn’t start.
Would you do that for me, although it will be hurt and hard?
Senin, 01 September 2014
berarti aku merindukanmu
kalau aku bilang aku merindukanmu, aku bersungguh-sungguh
kalau aku diam tak berkata apapun padamu, berarti aku merindukanmu,
kalau aku bilang aku tak merindukanmu, berarti aku merindukanmu
karena aku selalu merindukanmu
tak peduli apa yang sedang kukatakan, kau harus tahu aku selalu merindukanmu
kalau kau masih bertanya apa aku merindukamu, berarti kamu belum benar-benar mengenalku.
karena aku selalu merindukanmu
kalau aku diam tak berkata apapun padamu, berarti aku merindukanmu,
kalau aku bilang aku tak merindukanmu, berarti aku merindukanmu
karena aku selalu merindukanmu
tak peduli apa yang sedang kukatakan, kau harus tahu aku selalu merindukanmu
kalau kau masih bertanya apa aku merindukamu, berarti kamu belum benar-benar mengenalku.
karena aku selalu merindukanmu