Kamis, 01 Mei 2014

lampion untukmu

aku ingin menjadi satu lampion yang ada menemani langkahmu
menerangimu sampai habis dayaku atau angin memadamkan cahyaku
ku terbang saat kau menerbangkanku, ku tinggal saat kau menggenggamku
Share:

tentang sebuah takdir



Apa kalian masih ingat hari kemarin?  Hari dimana kita tertawa dan menangis karena alasan yang sama, berlari ke arah yang sama, berada setengah hari di ruang yang sama. Sekarang, kita tertawa dan menangis dengan alasan yang sama dengan orang yang berbeda, berlari bahkan berjalan ke arah yang berbeda. Bolehkah aku jujur? Jujur, dulu yang kuangankan bukan yang seperti ini. 

Aku juga ingin tahu bagaimana keadaanku, bagaimana kamu, bagaimana kita sekarang, bagaimana nanti, bagaimana besok? Akankah kita tertarik oleh tali-tali lain, atau kita akan saling menarik –lagi? Kita pasti akan bertemu lagi kan? Kalian dapat memastikannya kan? Kita mesti menyambung tali yang kemarin diikat dan diputus oleh takdir, kita mesti memilih takdir kita. Tapi, bila kita bertemu nanti, apa yang harus kulakukan? Kita akan bersikap canggung? Saling menatap, seperti berhadapan dengan orang asing, diam, padahal banyak yang ingin dibagikan? Akankah seperti itu? Bagaimana? Tali itu belum tepat satu tahun putusnya dan kalian hampir melupakanku? 

Alasan kita pernah terikat pada tali takdir yang sama adalah untuk menjadi seperti ini, alasannya diputus juga adalah untuk menjadi seperti ini. untuk saling merindukan..
Share:

Selasa, 22 April 2014

kenangan



Kenangan yang menusuk hingga ke tulang belakang
Mengisi rongga hampa dalam ruang kehampaan
Merasuk jiwa hingga titik kehancuran
Memberi arti setiap barang
Menghargai kemilau berlian
Kenanganlah yang membawa seseorang pergi ke kejauhan
Membuat seseorang berhenti berjalan
Serta membawa kenangan lain merasuk lebih dalam
Kenangan hanyalah kenangan
Sebuah film memorial yang berputar berulang ulang
Share:

lagi dan lagi



Aku melihatmu lagi dan lagi
Memikirkanmu lagi dan lagi
Menantimu lagi dan lagi
Memaafkanmu lagi dan lagi
Dan sekali aku pernah menuntut diriku untuk tidak melakukan semua ini,
Aku malah melakukannya lagi dan lagi
Aku mengharapkanmu lagi dan lagi
Menghiburmu lagi dan lagi
Merengkuh didepanmu lagi dan lagi
Menangisimu lagi dan lagi,
Dan sekali aku ingin pergi,
Aku berlari lagi dan lagi,
Tersandung lagi dan lagi,
Jatuh lagi dan lagi,
Terhenti lagi dan lagi...
Share:

nope

How are you, my love?
Tears are forming as I look at the sky again
Just by looking, the memories flow
A day without you is so painful,
the longing rises
Love is crying and being scattered in the wind
It becomes the cloud and follows that path
I look at you from far away,
you who asked not to be forgotten
My tears, my sad memories,
my love whom I miss
I always draw you out from under the same sky
Yes, I live in pain like this
A day passes but sadness comes again
It’s so hard that I could die, my love
My tears, my sad memories,
my love whom I miss
I always draw you out from under the same sky
Yes, I live in pain like this
Because you’re not here, I feel like crying
Though it hurts, though it’s sad, I think of you
How are you, my love? My love, whom I miss
I always draw you out from under the same sky
Yes, I live in pain like this
Again today, I live in pain
Share:

Senin, 14 April 2014

Hakiki hidup

Tuhan, apakah arti hakiki dari hidup?
Apakah itu sama dengan nyamuk yang berdengung setiap malam?
Tuhan, adakah arti hakiki dari hidup?
Ketika mentari ditelan kegelapan, apa seperti itu?
Tuhan, aku tak tahu makna hakiki dari hidup...
Bisakah kau memberi tahuku?
Apa yang dilakukan hidup? Apa yang harus aku lakukan dalam hidup?
Tuhan, apakah makna hakiki hidup cuma sebatas tidak mati?
Apa kau yang menciptakan hidup, apa kau hidup?
Aku tahu kau tak mati, tapi apa kau juga hidup?
Menurutmu, apakah arti hakiki hidup?
Jika kau tak mati dan tak hidup, lalu kau bagaimana?
Tuhan, apa aku salah mempertanyakan hidup?
Apa aku salah mempertanyakan arti hidup?
Aku harus berbuat apa tuhan? Dalam hidupku ini aku harus apa?
Aku tak tahu arti hakiki hidup.
Tuhan, apakah arti hakiki hidup itu?
Apa itu sama seperti nafas yang tetap pergi walau ingin kumenahannya?
23:51
13/04/2014
Seseorang dalam tangisan
Share:

Rabu, 09 April 2014

tugasku

kau tahu, hari ini aku diberi tugas oleh guru bahasa inggrisku untuk menuliskan essay dari internet tentang "how to declare your love", yang langsung terbayang adalah wajahmu... sebenarnya aku ingin menanyakannya padamu bagaimana kau menyatakan cinta, kau tahu, aku kan perempuan, dan aku tak tahu bagaimana menyatakan cinta.. sebenarnya aku ingin kau menyatakan cinta padaku dan aku akan menulis bagaimana itu, tapi itu juga tidak mungkin kan? aku bukan cintamu, semoga akan.

i didn't understand about the way to declare love, i just know that love is you

cinta sepertimu, cinta itu kamu.

saat ada yang menyatakan cinta padaku tak usah bunga, puisi atau suasana dibawah bintang, cukup kamu yang mengatakannya saja sudah membuat semuanya sama indahnya, bahkan lebih, tapi rasanya tidak akan sama jika yang menyatakan cintanya bukan kamu, walau dia membawa semua hal indah di dunia, tidak akan seindah jika tidak dari bibirmu...

Tapi sekarang tugasku adalah mencari bagaimana caraku menyatakan cinta, jadi apakah harus? apakah bisa? apakah diizinkan?

aku menemukan ini:
"One more question about love declarations – who is supposed to do it first. Traditionally it’s men who declare their feelings first and it’s women who sigh out in answer a languid “yes”. Nowadays both men and women are free to speak about their love and feelings first. Of cause the traditions aren’t totally overcome in people’s mind. Women often are too shy or too proud to do it firsts. Men usually don’t know how to behave in the answer and what to do, they may even get scared and push the woman away. And women are less prepared to hear “no” and can get deeply hurt by it. Just is you feel you’re unable to conceal your feelings no longer – declare them but mind that your object doesn’t get responsible for you after it. "

aneh.iya..

tapi jika semuanya memungkinkan, aku akan mengatakan perasaanku kepadamu,seperti ini, lewat surat, mungkin kau tak akan membaca ini, tapi inilah caraku.. jadi 

as soon as posible, if the destiny let me, i will give this letter to you, so i have declared my love and finish my task...

--I Love You--

tugasku selesai...


Share:

Kamis, 20 Maret 2014

love

My love,
I’ll never forget you
I’ll always keep you in my mind

Even though you are far away
Your heart stays in me
I promise to you and myself
That my love is everlasting
That the eternity exists

I’ll never walk away from you
I’ll always love you
Until my dying day
Until God takes my breath away
I swear to you, and I’ll never take it back!

because all of my love is for you
no one realize and can wonder how much is it..
Share:

bukan hitam

bulan ditelan malam
awan terlarut hujan
mata terpejam
mestinya hitam
ini bukan hitam
bukan
bukan kelam
seram
terabaikan
sendirian
tertelan kesunyian
larut dalam tangisan
tak ada senyuman
menghilang
hitam
tapi bukan hitam
kesepian di sekat tenggorokan
Share: